Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Sex. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan Sex. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Oktober 2011

Proses Terjadinya Kehamilan

PROSES TERJADINYA KEHAMILAN

Agar kehamilan dapat terjadi, sistem reproduksi pria dan wanita harus dalam keadaan baik dan sehat. Pasangan suami isteri harus berhubungan seks pada saat yang tepat dalam siklus menstruasi si wanita, dan tubuh si wanita harus mampu menghasilkan rangkaian hormon kompleks sehingga kehamilan bisa terus berjalan. Pada saat lelaki mengalami ejakulasi ketika berhubungan seksual, jutaan sperma dilepaskan ke dalam vagina wanita. Sperma-sprema tersebut bergerak naik dalam vagina menuju rahim melalui serviks. Pergerakan ini didorong oleh kekuatan ejakulasi dan juga oleh gerakan ekor-ekor kecil sperma yang terlihat seperti ikan-ikan kecil yang sedang berenang. Dari rahim, sperma-sperma tersebut bergerak memasuki saluran Fallopi. Proses ini bagaikan perlombaan karena hanya satu sperma dari sekian juta yang bisa membuahi sal telur. Sperma yang lainnya akan gugur sebelum mencapai tujuannya atau terlambat sampai tujuan.

Apabila hubungan seksual terjadi tanpa alat kontrasepsi beberapa sperma mungkin akan mencapai saluran Fallopi dan satu sperma mungkin akan berhasil membuahi sel telur yang sudah menunggu. Sel telur yang sudah dibuahi tersebut kemudian akan bergerak menuju rahim wand& dan menempelkan diri di dinding rahim. Di sinilah, sel telur tadi akan berkembang, mula-mula menjadi embrio, kemudian janin, dan akhirnya menjadi seorang bayi.

Sistem reproduksi wanita terletak dalam pinggulnya, yang terdin dan ovarium, saluran Fallopi, rahim, serviks, vagina, dan vulva. Bayi perempuan terlahir dengan sekitar 2-3 juta sal telur di dalam ovariumnya. Ovarium bisa dikatakan dalam keadaan ‘tidur’ selama masa kanak-kanak dan akan mulai berfungsi hanya setelah pubertas dan menstruasi mulai terjadi. Sejak itulah. wanita usia subur melepaskan sebuah sel telur rata- rata setiap empat minggu. Jadwal bulanan ini disebut dengan siklus ovulasi atau menstruasi. Sekitar 400-500 sel telur dilepaskan oleh seorang wanita selama masa suburnya, sebelum akhirnya ovulasi berhenti pada saat menopause, yang biasanya terjadi di usia empatpuluhan atau limapuluhan.

Di awal siklus ovulasi. beberapa sal telur mulai tumbuh dalam ovanum. Setelah sekitar 14 hari, satu sel telur akan cukup matang untuk dilepaskan ke dalam saluran Fallopi. Sel telur yang dilepaskan tadi memasuki saluran Fallopi dan bergerak menuju rahim. Selama perjalanan inilah sel telur tersebut bisa dibuahi. Apabila tidak terjadi pembuahan. sekitar 14 hart setelah ovulasi. dinding rahim akan gugur dan keluar melalui vagina. Inilah yang disebut menstruasi. Kemudian, siklus di atas akan berulang kembali seperti semula.

Apabila seorang wanita mengalami menstruasi. tetapi tidak memproduksi sel telur karena alasan tertentu. kehamilan tidak akan terjadi. Namun, banyak wanita yang bisa hamil meskipun tidak pernah mengalami menstruasi tapi peluang hamilnya lebih kecil dibandingkan wanita lain.

SISTEM REPRODUKSI PRIA
Sistem reproduksi pria terdiri dari penis, testikel. dan beberapa saluran yang menghubungkan kedua organ tersebut dan mengalirkan sperma. Sperma diproduksi dalam kedua testikel, yang terdapat di dalam kantung skrotum. Lelaki tidak akan memproduksi sperma sebelum usia puber. Ribuan saluran mikroskopik dalam testikel terhubung ke dua buah saluran, yang dikenal dengan saluran-saluran eferen. Saluran-saluran ini menuju ke satu saluran, yaitu saluran epididimis. Epididimis adalah bagian dari perjalanan yang harus ditempuh sperma sebelum keluar dari tubuh seorang lelaki. Panjangnya kurang lebih 12 meter dan garis tengahnya lebih kecil dari seutas benang yang paling halus.

PERJALANAN SPERMA
Pria tidak seperti wanita, secara fisiologis dipersiapkan untuk bereproduksi setiap saat sehingga sperma selalu diproduksi secara terus-menerus. Serangkaian kontraksi otot dalam dinding saluran epididimis akan mendorong sperma-sperma tersebut melaju melaluinya. Selama perjalanan itu, spermasperma tadi mengalami modifikasi sedemikian rupa sehingga mampu melakukan pembuahan. Selain itu. sperma-sperma tersebut juga memperoleh kemampuan untuk bergerak (yang secara medis dikenal dengan sebutan motalitas) selama berada dalam saluran epididimis. Setelah itu. sperma akan melalui sebuah saluran bernama vas deferens, yang membuat sperma-sperma tersebut bergerak sangat cepat memasuki uretra, menuju ke penis. Uretra adalah saluran keluarnya urin dari dalam tubuh. Selama rangsangan seksual dan ejakulasi terjadi, bukaan antara uretra dan kandung kemih tenutup, dan air mani yang mengandung sperma-sperma melewatinya dengan kecepatan tinggi.

ADU CEPAT MENCAPAI SEL TELUR
Hanya dibutuhkan satu sperma untuk membuahi sel telur. Ketika pha mengalami ejakulasi saat berhubungan seks, sekitar 100-300 juta sperma disemprotkan ke dalam vagina wanita dengan kecepatan sekitar 45 km per jam. Setiap sperma unik secara genetik. artinya tidak ada dua sperma yang mengandung rangkaian gen yang sama persis. Jutaan sperma individual tersebut kini harus sating adu cepat untuk membuahi sel telur.

Perjalanan menuju sel telur adalah perjalanan yang berbahaya. Inilah mengapa sperma diproduksi dalam jumlah sangat banyak. Untuk berhasil membuahi sel telur, sperma harus mampu bertahan dalam lingkungan vagina wanita dan serviks. Keasaman lingkungan di dalam vagina dan serviks melindungi wanita dari bakteri dan serangan infeksi yang berbahaya, tapi lingkungan ini juga berbahaya bagi sperma. Sperma yang lemah atau rusak tidak akan berhasil mencapai tujuannya.

Selain itu, kekuatan gravitasi membuat jutaan sperma gugur dan keluar dari vagina wanita, hanya 5% saja yang akan berhasil mencapai serviks. Dari 5% tersebut, hanya sekitar 200 sperma saja yang bisa mencapai saluran Fallopi wanita. Sperma yang berhasil mencapai saluran ini berarti telah menempuh perjalanan yang sangat jauh, yang dibandingkan dengan panjang sperma itu sendiri, sama dengan beberapa ratus kilometer perjalanan.

Hanya sedikit sperma super yang bisa meneruskan perjalanan hingga bagian luar sel telur. Dan sperma-sperma tersebut, hanya satu sperma yang akan berhasil menembus permukaan sel telur meninggalkan ekornya di luar. lnilah yang disebut dengan pembuahan. Pada saat itu juga, permukaan sel telur akan menjadi tak tertembus oleh sperma yang lainnya.

Proses pembuahan sel telur bisa berlangsung hingga 24 jam. Setelah serangkaian perubahaan kompleks, yaitu 7 hari setelah pembuahan, sel telur tadi tertanam di dinding rahim. Pada saat inilah kehamilan terjadi.

Sperma bisa bertahan hingga 48 jam dalam tubuh wanita. Akibatnya, pembuahan masih mungkin terjadi bahkan apabila sel telur belum siap ketika sperma-sperma tersebut sudah berhasil mencapai saluran Fallopi.


Penyunting :

BMG (Boedylaw Management Group)

Menjaga Kesuburan Pria

MENJAGA KESUBURAN PRIA

Bagi seorang pria, membuat seorang istri menjadi hamil adalah suatu kebanggaan tersendiri. Namun, belum tentu keinginan tersebut bisa terealisasi. Ada beberapa faktor tak terduga yang bisa memengaruhi keberhasilan pembuahan, walaupun mereka dinyatakan sehat dan subur secara medis. Meskipun berdasarkan tes medis suami dan istri dinyatakan subur, tetapi kehamilan tidak juga kunjung tiba. Seharusnya jika sistem reproduksi suami istri bekerja dengan baik, kemungkinan untuk hamil tentunya sangat besar, tetapi kok tidak terjadi dengan pasangan Anda? Ada apakah gerangan?

Peran suami dalam proses pembuahan tidak sekadar menghasilkan sperma dan menumpahkannya ke dalam rahim istri. Namum, kualitas sperma yang dihasilkannya, harus normal dan sehat sehingga mampu berenang dalam pembuluh sel telur atau tuba fallopii untuk bertemu sel telur. Agar pria mampu membuahi sel telur wanita dan menghasilkan kehamilan, maka perlu memperhatikan bagaimana cara meningkatkan kesuburan pria.

— Suhu testis sejuk. Untuk memproduksi sperma sehat dibutuhkan suhu testis yang lebih dingin daripada suhu normal. lnilah alasan mengapa buah zakar diciptakan menggantung di luar tubuh. Untuk memaksimalkan kualitas dan kuantitas sperma, hindari mandi uap, sauna (berendam di air panas), atau berjemur pada slang hari.

— Tidak merokok, karena rokok dapat meningkatkan risiko ketidaksuburan dan disfungsi ereksi pada pria. Sperma pria perokok yang menghabiskan 1 atau 2 bungkus rokok per hari dapat menyebabkan masalah pernapasan pada bayi Anda. Jika Anda tidak mengharapkan munculnya masalah bagi bayi ataupun bagi diri Anda, maka segeralah berhenti merokok.

— Menjalani hidup sehat, istirahat cukup, dan minimalkan stres. Pola hidup sehat, makan cukup, tidur teratur, dan menghindari stres akan membantu meningkatkan produksi hormon yang memengaruhi perkembangan sperma dan produksi testosteron pada testis.

— Hindari alkohol dan NAPZA. Konsumsi alkohol dapat memberikan dampak buruk terhadap kualitas dan kuantitas sperma, mengurangi produksi testosteron, serta dapat menimbulkan disfungsi ereksi. Penggunaan NAPZA akan mengurangi jumlah dan kemampuan gerakan sperma serta menambah jumlah sperma yang abnormal. Selain itu, menjadi penyebab disfungsi ereksi dan hilangnya libido.

— Hindari materi beracun. Bahan kimia yang dimaksud, seperti pestisida, herbisida, cat, pernis kayu, racun rayap, lem, dan logam berat. Hindari kontak langsung atau menghirupnya karena bisa mengurangi produksi sperma bahkan mungkin bisa membunuh sperma.

— Hindari radiasi sinar X. Sinar X bisa memberi pengaruh buruk terhadap kesuburan seorang pria. Radiasi sinar X di atas ambang batas atau akumulasi dari radiasi sinar X yang terus-menerus bisa menyebabkan turunnya kesuburan sperma bahkan bisa menyebabkan kemandulan permanen pada seorang pria. Dampak dari radiasi sinar X biasanya dirasakan oleh mereka yang bekerja di lingkungan yang menggunakan mesin sinar X. Umumnya mereka sulit bahkan tidak bisa punya keturunan. Karena itu, hindari bekerja pada mesin sinar X yang mempunyai tingkat radiasi tinggi atau yang bocor.

— Konsultasikan dengan dokter. Beberapa resep obat yang dipakai untuk pengobatan suatu penyakit terkadang mempunyai efek sampingan yang bisa memperlambat produksi sperma.



Penulis : BMG (Boedylaw Management Group)